Kabar Terkini

Kajian LGBTQ+ di Kotabaru: DPC Al-Irsyad Bahas Perspektif Syariat dan Medis Secara Ilmiah



Kotabaru — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Al-Irsyad Kabupaten Kotabaru kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi keislaman yang berbasis ilmu melalui penyelenggaraan kajian kolaborasi Islam ilmiah bertajuk “LGBTQ+ dalam Tinjauan Syariat dan Medis”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu malam (15 April 2026), setelah pelaksanaan Sholat Maghrib berjamaah, bertempat di Masjid Al-Hajjah Fatimah Samhah, Desa Semayap, Kabupaten Kotabaru.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga jamaah umum yang tampak antusias mengikuti rangkaian kajian hingga selesai. Tingginya minat peserta mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu sosial kontemporer yang membutuhkan pemahaman yang tepat, khususnya dalam perspektif Islam dan ilmu pengetahuan.

Dalam sambutannya, Ketua DPC Perhimpunan Al-Irsyad Kotabaru, Doris Handriono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dakwah yang berorientasi pada penguatan pemahaman umat. Ia menegaskan bahwa tema yang diangkat bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab ilmiah dan keagamaan dalam memberikan pemahaman yang benar berdasarkan dalil syar’i dan kajian ilmiah.

“Kajian ini diharapkan dapat menjadi sarana menambah wawasan umat, sehingga mampu menyikapi berbagai fenomena sosial dengan ilmu, sikap bijak, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam majelis ilmu sebagai kunci keberkahan dalam menuntut ilmu.

Kajian ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Ustadz Anjas Saputra, S.H. yang menyampaikan materi dari perspektif syariat Islam, serta Bapak Ardiansyah, SKM dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru yang mengulas dari sudut pandang medis dan kesehatan masyarakat.


Dalam pemaparannya, Ustadz Anjas Saputra menjelaskan bahwa fenomena LGBTQ+ bukanlah hal baru dalam sejarah manusia. Ia mengaitkan hal tersebut dengan kisah kaum Nabi Luth ‘alaihissalam yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai kaum pertama yang melakukan perbuatan menyimpang tersebut . Dalam pandangan mayoritas ulama, perbuatan homoseksual termasuk dalam kategori dosa besar dan memiliki konsekuensi hukum yang berat.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menjaga generasi dari pengaruh penyimpangan perilaku. Upaya tersebut di antaranya melalui penanaman akidah yang kuat sejak dini, pembentukan karakter sesuai fitrah laki-laki dan perempuan, menjaga lingkungan pergaulan, serta pengawasan terhadap konsumsi media dan konten digital yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam .

Sementara itu, dari perspektif medis, Bapak Ardiansyah, SKM menjelaskan bahwa LGBTQ+ mencakup aspek orientasi seksual, identitas seksual, dan perilaku seksual yang masing-masing memiliki definisi berbeda . Ia menegaskan bahwa dalam ilmu kesehatan, risiko kesehatan tidak ditentukan oleh orientasi semata, melainkan oleh perilaku seksual yang dilakukan seseorang.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah risiko kesehatan yang perlu menjadi perhatian, antara lain meningkatnya potensi gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan yang seringkali dipicu oleh tekanan sosial dan kurangnya penerimaan lingkungan . Selain itu, perilaku seksual berisiko juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS, serta beberapa jenis kanker tertentu .

Melalui kajian ini, peserta mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan berimbang antara perspektif syariat Islam dan ilmu kesehatan. Kedua narasumber menekankan pentingnya pendekatan yang bijak, berbasis ilmu, serta mengedepankan hikmah dalam menyikapi fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran umat akan pentingnya memahami isu-isu kontemporer secara utuh dan tidak parsial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana dakwah edukatif yang memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

DPC Perhimpunan Al-Irsyad Kabupaten Kotabaru berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencerdaskan umat dan memperkuat ketahanan moral masyarakat. Dengan demikian, diharapkan umat Islam mampu menyikapi berbagai fenomena dengan landasan ilmu, iman, dan sikap yang bijaksana.